Kemajuan teknologi memengaruhi begitu banyak hal dalam hidup kita, termasuk bagaimana kita menjalani hidup sehari-hari, berbelanja, berinteraksi dengan orang lain, hingga bagaimana kita membeli barang maupun jasa. Kini, orang semakin tidak ingin menghabiskan waktu mengantri dan lebih menyukai akses instan terhadap apapun. Keinginan ini diwujudkan dengan bantuan teknologi melalui kemunculan dan kesuksesan e-commerce. 

Apa Itu E-Commerce?

E-Commerce adalah aktivitas membeli atau menjual produk secara online atau melalui Internet. Perdagangan online (e-commerce) memadukan teknologi mobile commerce (jual beli barang melalui smartphone), pengiriman uang elektronik, manajemen supply chain, Internet marketing, pemrosesan transaksi online, pertukaran data elektronik (electronic data interchange / EDI), sistem manajemen inventori, dan sistem pengumpulan data secara otomatis. 

Secara singkat, e-commerce adalah bertransaksi atau melakukan aktivitas jual beli online. 

6 Tipe E-Commerce:

  • Business-to-Business(B2B)
  • Business-to-Consumer(B2C)
  • Consumer-to-Consumer(C2C)
  • Consumer-to-Business(C2B)
  • Business-to-Administration(B2A)
  • Consumer-to-Administration(C2A)

1. Business-to-Business (B2B)

Tipe E-commerce ini mencakup semua transaksi elektronik dari produk maupun jasa, yang dilakukan antar perusahaan, misalnya perusahaan A menjual produk mereka secara online ke perusahaan B. Mereka tidak melakukan aktivitas jual beli kepada masyarakat umum.

2. Business-to-Customer (B2C)

E-commerce tipe Business-to-Customer menjual produk mereka secara online kepada customer yang merupakan pengguna langsung dari produk atau jasa mereka. Biasanya, toko online B2C E-commerce bisa diakses semua visitor dan pengguna. Ada banyak toko online dan mall online di Internet, yang menjual semua jenis produk yang biasa dibeli masyarakat umum, seperti komputer, software, buku, sepatu, mobil, makanan, produk finansial, publikasi digital.

3. Consumer-to-Consumer (C2C)

E-commerce tipe Consumer-to-Consumer (C2C) mencakup semua transaksi elektronik dari produk atau jasa antara konsumen. Biasanya, transaksi ini dilakukan melalui pihak ketiga, yang menyediakan platform online di mana transaksi dilaksanakan. Contoh platform populer yang memampukan konsumen menjual ke konsumen lain adalah eBay.com.

4. Consumer-to-Business (C2B)

E-commerce tipe Consumer-to-Business adalah kebalikan dari sistem perdagangan tradisional. Di e-commerce C2B, konsumen menawarkan produk atau jasa mereka secara online dan perusahaan-perusahaan memberikan penawaran. Konsumen kemudian memilih perusahaan yang memberikan harga yang mereka inginkan. Platform e-commerce Consumer-to-Business yang terkenal misalnya pasar online yang menjual foto, gambar, dan elemen media dan desain tanpa royalti, seperti iStockphoto.

5. Business-to-Administration (B2A)

E-commerce tipe Business-to-Administration mencakup semua transaksi online antara perusahaan dan administrasi publik. Ini adalah area yang meliputi beragam layanan, khususnya di bidang fiskal, keamanan sosial, ketenagakerjaan, dokumen legal, pencatatan sipil, dan lainnya. Tipe e-commerce Business-to-Administration semakin banyak bermunculan dengan meningkatnya investasi di e-government atau sistem pemerintahan online. 

6. Consumer-to-Administration (C2A)

E-commerce tipe Consumer-to-Administration mencakup semua transaksi elektronik yang dilakukan antara individu dan administrasi publik. Contoh keberadaan e-commerce ini di antaranya:

Pendidikan – penyebaran informasi, pembelajaran jarak jauh

Keamanan Sosial – distribusi informasi, pembayaran

Pajak – pengisian laporan pajak, pembayaran

Kesehatan – pembuatan janji temu, informasi seputar penyakit, pembayaran layanan kesehatan

Tren E-Commerce

Banyak perusahaan startup e-commerce jatuh bangun ketika mencoba memanfaatkan momen dan kesempatan yang muncul di era perdagangan online.

Beberapa brand e-commerce meraih sukses dan memperluas jangkauan mereka hingga lintas negara, seperti Amazon, JD, Alibaba, Qoo10, Lazada, Shopee, dan Zalora. Namun, startup lokal juga memainkan peran penting di negara mereka masing-masing. Startup e-commerce seperti Tokopedia (Indonesia), Bukalapak (Indonesia), Redmart (Singapore), 11Street (Malaysia), Metrodeal (Philippines), The Gioi DiDong (Vietnam) masih mendominasi pasar di negara mereka.

Memanfaatkan traffic di platform e-commerce ini adalah cara cepat untuk memperluas market share Anda, sekaligus memperkuat brand perusahaan Anda, karena platform e-commerce ini biasanya adalah e-commerce tipe Business-to-Consumer, yang memampukan Anda berhubungan langsung dengan customer Anda.

Jika strategi Anda sesuai, membuka official store di platform e-commerce ini akan membawa tambahan pemasukan dari penjualan di marketplace online yang Anda masuki, membuat semakin banyak orang mengetahui keberadaan brand Anda, dan menyediakan masukan langsung dari customer seputar brand dan produk Anda.

SCI eCommerce

SCI eCommerce adalah agensi E-Commerce dan perusahaan distributor untuk bisnis online yang berpengalaman dan bergengsi, dengan kantor pusat di Singapore dan cabang di Asia Tenggara.

Dengan konsep marketing yang efektif dan pengalaman manajemen yang terbukti berhasil, SCI telah membantu brand – di antaranya Unilever, Abbott, Midea, Oppo, Nestle, Vinda, dan Danone – sukses memasuki pasar online Asia Tenggara dan lintas negara.

Temukan informasi lebih lanjut tentang layanan yang ditawarkan SCI eCommerce di sini.